Misteri Mimpi Adhi

Semalam sebelum laga ketiga Final IBL Pertalite 2017, seusai dikalahkan Satria Muda Pertamina saat laga kedua, Adhi Pratama Prasetyo Putra, center Pelita Jaya EMP bermimpi dalam tidurnya.

“Saya mimpi badan saya gemetaran dan menangis. Jam 4 pagi terbangun karena mimpi tersebut sampai Mas Koming yang sekamar bertanya , ada apa Dhi,” cerita Adhi seusai meraih gelar juara bersama PJE, Minggu (7/5) di Britama Arena Mahaka Square Kelapa Gading, Jakarta.

Adhi menceritakan mimpinya pada Koming, panggilan sang kapten PJE, Ponsianus Nyoman Indrawan. “Waduh..masa kita kalah lagi?,” komentar Koming.

Ternyata jawaban misteri mimpi Adhi terbalik dari kekhawatiran Koming. Adhi memang menangis tersedu, tetapi tangisan juara. Tangis gembira yang membuat seluruh tubuhnya gemetaran hebat. Tangis itu juga masih ada ketika dia membopong Amin Prihantono untuk memotong jaring di ring basket, lazimnya sebuah perayaan gelar juara.

“Saya senang sekali akhirnya bisa menjadi juara setelah tiga kali ke final bersama Pelita Jaya. Tak bisa membayangkan rasanya jika kali ini kembali gagal,” kata Adhi yang sudah lima tahun bertarung di kancah kompetisi bola basket Indonesia. Dua tahun awal diarunginya bersama Hangtuah Sumsel.

Musim kompetisi ini, jalan Adhi juga penuh liku. Setelah seri pertama 20-22 Januari di Surabaya, dia bergabung dengan pelatnas tim bola basket Indonesia yang dipersiapkan untuk SEA Games 2017. Saat bergabung di pelatnas, Adhi mengalami cedera lutut kanan, PJE pun harus kehilangan Adhi sepanjang seri reguler.

Adhi menghabiskan hari dengan disiplin menjalani terapi. Dia pun baru bermain saat babak semifinal menghadapi W88.news Aspac. Kembalinya Adhi sangat berarti, sebab di laga pertama semifinal, PJE tak bisa menurunkan center impornya, Kore White yang harus menjalani sanksi larangan bermain setelah terlibat kontak fisik di seri terakhir melawan Hangtuah Sumsel. PJE pun menang di dua gim laga semifinal.

Gelar juara nampak semakin mudah setelah menang gim pertama final , 63-57 dari Satria Muda Pertamina di Bandung, Kamis (4/5). Sayang, di laga kedua, PJE tumbang dari SMP di Britama Arena, 63-83 walau memimpin di babak pertama.39-32. Laga penentuan pun semakin menegangkan.

“Staf kepelatihan PJE bekerja keras. Saya tahu mereka begadang melakukan analisa dan menyiapkan strategi malam itu saat kami beristirahat. Bisa terlihat dari mata mereka kalau kurang tidur,” kata Adhi.

Strategi baru disiapkan, Adhi dkk hanya berlatih sekali dengan pola-pola baru tersebut. Latihan dilakukan Minggu pagi.“Polanya simpel dan kami sepenuh hati menjalani karena tekad kuat untuk menjadi juara,” tegasnya.

Pelita Jaya akhirnya menjadi juara setelah menang 72-62. Misteri mimpi Adhi pun terjawab sudah. Sebuah jawaban bahagia buat Adhi dan Pelita Jaya.

Related

Pelita Jaya Juara Lewat Pertarungan Panas

Pelita Jaya EMP tampil sebagai juara Piala Perbasi 2017 setelah dalam laga final yang panas menundukkan juara bertahan Satria Muda Pertamina 82-77 di Britania Arena Mahaka Square Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (10/11).
[more]

Pelita Jaya Melangkah Ke Final Piala Perbasi

Kerja keras Pelita Jaya EMP berbuah tempat final Piala Perbasi setelah menundukkan Hangtuah Sumsel 67-58 pada laga semifinal di Britama Arena Mahaka Square Kelapa Gading Jakarta, Kamis (9/11).
[more]

Download IBL App at:

Play Store Badge App Store Badge