Menunggu Wakil Divisi Putih di Final IBL Pertalite 2017 - 2018

Satu tiket babak final Indonesia Basketball League (IBL) Pertalite 2017/2018 akan mulai ditentukan di GOR UNY Yogyakarta, 5 April dan berlanjut di C’Tra Arena Bandung, 7 April, dan bila diperlukan 8 April.

Pelita Jaya dan Stapac akan berjuang menuju babak pamungkas IBL sebagai yang terbaik di Divisi Putih. Stapac mendapat kesempatan pertama menjadi tuan rumah di Yogyakarta.

Mereka ditunggu Satria Muda Pertamina yang sudah menapak di partai puncak sebagai wakil Divisi Merah.

“Menghadapi Stapac tidak pernah mudah. Kami harus selalu bekerja keras dan memutar otak mengatur strategi di lapangan,” kata pelatih Pelita Jaya, JohannisWinar. Pelatih Stapac asal Filipina, Geraldo “Bong” Ramos diakui memiliki banyak simpanan strategi.

Ahang, demikian Winar disapa, akan fokus pada pembenahan timnya. “Kami lebih suka fokus pada tim kami sendiri. Bagaimana meminimalisir kesalahan dan memecah strategi lawan,” kata Ahang.

Hal senada diungkap oleh asisten pelatih Stapac, Antonius Ferry Rinaldo. “Siapa yang lebih siap dan mau bekerja keras serta memiliki strategi tepat akan tampil sebagai pemenang,” kata Inal, sapaan karibnya.

Menghadapi laga semifinal Divisi Putih, Pelita Jaya mendatangkan dua practice player asal Amerika Serikat. Mereka adalah Anton Devon Waters yang sebelumnya memperkuat Pacific Caesar serta Terence Joyner. Waters adalah seorang big main, sementar Joyner adalah point guard.

“Permainan Terence mirip point guard asing Stapac, Dominique Williams,” tutur Ahang. Legiun asing kedua tim memang akan menjadi kunci. Williams dan Kore RicardoWhite dari Stapac bakal bersaing dengan Wayne Lyndon Bradford dan Chester J. Giles dari Pelita Jaya.

Menariknya, White musim lalu adalah pemain kunci Pelita Jaya saat merebut gelar juara.

Deretan pemain lokal kedua tim pun berkelas nasional. Sebut saja nama Xaverius Prawiro, Andrie Ekayana, Respati Ragil Pamungkas, Adhi Pratama Putra, Ponsianus Nyoman Indrawan dan Daniel Wenas di kubu Pelita Jaya atau Andakara Prastawa, Oki Wira Sanjaya, dan Vincent Rivaldi Kosasih yang memperkuat Stapac.

Mari kita saksikan serunya persaingan berebut tempat di babak grand final. GOR UNY akan menjadi saksi pertama siapa yang terbaik dari Divisi Putih.

Babak final IBL Pertalite 2017/2018 akan berlangsung 19, 21 dan 22 April.

Related

wasit asing pimpin final IBL Pertalite 2017-2018

Rencana penggunaan wasit asing untuk final sebenarnya sudah terpikirkan sejak awal musim lalu. Kontroversi kepemimpinan wasit dalam babak semifinal menguatkan rencana tersebut.
[more]

BSB Hangtuah Paksa Satria Muda Bekerja Keras di semifinal pertama divisi merah I...

"Kredit buat pemain yang berjuang hingga habis. Kredit pula buat Hangtuah yang banyak memberikan pelajaran," kata pelatih Satria Muda, Youbel Sondakh.
[more]

Persaingan Klasik Stapac dan Pacific di playoff IBL pertalite 2017 - 2018 Divisi...

kedua tim ini sudah tiga kali bertemu di babak reguler musim ini. Pacific dua kali menang dan Stapac unggul satu kali, namun keunggulan Stapac diperoleh pada pertemuan terakhir.
[more]

Download IBL App at:

Play Store Badge App Store Badge