Mencari Jalan Tengah buat CLS

Direktur IBL, Hasan Gozali, sudah bertemu dengan pengurus Yayasan CLS di Surabaya, Sabtu (29/7) ikhwal rencana mundur klub juara 2016 ini dari Kompetisi Indonesian Basketball League. “Kami berusaha mencari jalan tengah, semoga segera bisa memperoleh titik temu. Sebenarnya mereka juga masih ingin terus berpartisipasi di IBL,” kata Hasan.

CLS terganjal pada peraturan IBL yang mengharuskan setiap tim harus berbentuk badan hukum Perseroan Terbatas (PT), sementara CLS sendiri berbentuk Yayasan.

“Sepertinya berat bagi CLS untuk berbentuk PT, sebab anggota Yayasan mereka sangat banyak,” kata managing partner CLS, Christoper Tanuwijaya. “Ibaratnya orang pacaran, CLS dan IBL ini sudah saling cinta tetapi harus berpisah,” kata Itop, sapaan karibnya.

“Rencana IBL mendorong klub berbentuk PT mungkin bagus dan sudah dihitung dalam perencanaan bisnis mereka, sayang saat ini CLS belum bisa mengikuti langkah IBL,’ cetusnya lagi.

Itop tak mau membentuk PT atas nama pribadi untuk menggerakkan tim CLS di ajang IBL musim depan. “Tim ini adalah milik Yayasan CLS, biarlah tetap menjadi milik Yayasan CLS,” tegasnya.

Related

Indonesia Lewati Hadangan Vietnam

Mario Wuysang dkk mampu menjaga keunggulan dan menutup pertandingan dengan kemenangan 89-73
[more]

Melangkah Menuju Profesionalisme

PT Bola Basket Indonesia telah mensosialisasikan kewajiban klub IBL untuk berbadan hukum seejak setahun silam
[more]

Timnas putra basket mulai berlatih di Lithuania

Sepulang dari Lithuania, Wahyu akan menentukan 12 pemain yang akan dibawa ke SEA Games Malaysia nanti.
[more]

Download IBL App at:

Play Store Badge App Store Badge