Bungkam NSH, CLS Sempurnakan Dominasinya di Musim Regular

Juara musim regular Indonesian Basketball League (IBL) 2016, CLS Knights Surabaya, mengakhiri perjalanannya di seri VI dengan hasil yang gemilang. Bermain di kandang sendiri, GOR Kertajaya, Surabaya, CLS sukses menghempaskan perlawanan NSH Jakarta, 83-41.

Kemenangan ini seakan menyempurnakan torehan fantastis CLS pada musim regular ini. Dari 33 kali bertanding, CLS hanya dua kali kalah dari M88 Aspac Jakarta, pada seri I dan seri III lalu. Ditambah seri VI ini, pasukan Wahyu Widayat Jati itu juga berhasil menyapu bersih empat seri yang diadakan.

CLS membuka laga dengan lambat. Hingga kuarter pertama berlangsung lima menit, tim tuan rumah hanya mampu meraup enam poin. Coach Wahyu pun melakukan beberapa pergantian pemain. Secara perlahan, permainan anak-anak Surabaya mulai membaik. Power dunk Jamarr Andre Johnson semakin membangkitkan gairah rekan-rekannya di CLS. Akhirnya, CLS menutup kuarter pertama dengan keunggulan 19-8.

Jika di kuarter sebelumnya pemain starter masih menjadi tulang punggung CLS, pada kuarter kedua para pemain bench mulai unjuk gigi. Sementara itu, permainan NSH sedikit membaik dengan tembakan tiga angka akuratnya. Namun, sayangnya karena terlalu terburu-buru, NSH banyak melakukan kesalahan sendiri. Hal itu pun dimanfaatkan dengan baik oleh CLS, yang sangat unggul dalam serangan cepat. Alhasil, CLS melebarkan keunggulan 40-22 sebelum jeda half time.

Jalannya permainan tak banyak berubah di second half. Kendati sudah unggul cukup jauh, para pemain CLS tak membiarkan sang lawan untuk berkembang. Kuarter ketiga ditutup Sandy Febiansyakh dan kawan-kawan dengan keunggulan 58-33.

Memasuki kuarter keempat, CLS tidak menurunkan level permainannya. Bahkan, perolehan poin mereka di kuarter penutup ini paling tinggi dibandingkan tiga kuarter sebelumnya. Dengan tambahan 25 poin, CLS pun memastikan kemenangan dengan skor 83-41.

Pada game ini, lima pemain CLS meraih double-digit point. Bima Riski memimpin dengan 15 poin, diikuti Jamarr Andre Johnson (14), Arif Hidayat (13), Katon Adjie Baskoro (12), serta Rachmad Febri Utomo (12). Sementara, Budi Margono menjadi yang paling produktif di NSH dengan 11 poin.

Menilik dari statistik, CLS mengungguli sang lawan dalam semua aspek. Namun, salah satu hal yang menarik adalah para pemain bench CLS yang berkontribusi sangat besar terhadap kemenangan timnya di game ini. Dari total 83 poin yang diraih CLS, sebanyak 51 poin berhasil dicetak oleh para pemain yang memulai laga dari bangku cadangan.

“Target kami di seri ini memang ingin memberikan kesan yang bagus untuk fans CLS di Surabaya. Puji Tuhan, penampilan anak-anak hari ini juga lebih baik dibandingkan dua game sebelumnya. Yang paling saya soroti dari tim adalah level permainan mereka yang masih naik turun dan melihat-lihat siapa lawannya,” ujar Head Coach CLS, Wahyu Widayat Jati.

“Untuk babak playoffs nanti, saya akan membawa para pemain yang siap saja. Saya ingin semua pemain di dalam tim berguna dan berkontribusi. Setelah ini, kami akan kembali berlatih hari Rabu besok. Rencananya, untuk babak playoffs nanti kami akan datang lebih cepat ke Jakarta karena ingin melakukan penyesuaian terlebih dulu,” imbuh Wahyu.

“Pastinya bersyukur dan bangga bisa berada di peringkat pertama musim regular. Tapi, kami harus bisa mengontrol euforia itu karena tugas kami belum selesai. Masih ada babak playoffs. Juara musim regular boleh dibilang hanya bonus, sebab itu tidak boleh cepat puas. Sebagai second unit di dalam tim, penampilan kami memang masih up dan down. Oleh karena itu, setelah ini kami akan terus berbenah karena kami juga harus bisa berkontribusi besar terhadap tim,” ungkap Forward CLS, Kaleb Ramot Gemilang.

“Secara permainan, sebenarnya NSH musim ini lebih meningkat dibandingkan musim sebelumnya. Hal ini terlihat dari jumlah kemenangan kami di musim ini lebih banyak daripada musim lalu. Selain itu, kami juga bisa unggul head to head dari Bandung Utama. Tapi, sayangnya target untuk memperbaiki peringkat belum tercapai,” kata R. Azzaryan Pradhitya, Kapten NSH.

“Saya berharap untuk musim depan, komposisi pemain yang ada sekarang tidak berkurang. Namun, tetap perlu ada pembenahan, khususnya di posisi center. Saya optimis prestasi NSH bisa lebih baik musim depan,” tambah Pradhitya.

Dengan hasil ini, CLS menutup musim regular dengan perolehan 64 poin, sekaligus menempatkan mereka sebagai tim peringkat satu. Sementara, NSH bercokol di peringkat ke-11 dengan 39 poin. (ivn/IBL)

 

Photo: HP/IBL

Related

NSH Masih berburu pemain jelang IBL 2017/2018

Berlaga di Piala Perbasi, NSH masih mengusung satu pemain asing, Brachon Lanalt Griffin. "Satu lagi kandidatnya adalah Karel Lucas," ujar Cacing.
[more]

Pemain Asing Siap Berikan yang Terbaik

Banyak wajah segar di musim ini. Hanya empat pemain asing yang pernah bermain di Indonesia, selebihnya adalah wajah segar,
[more]

Pemeriksaan Kesehatan, Terobosan yang Mendapat Pujian

Terobosan baru dilakukan oleh IBL Pertalite dengan melakukan pemeriksaan kesehatan pada semua pemain asing yang bakal berlaga dalam IBL Pertalite 2017/2018.
[more]

Download IBL App at:

Play Store Badge App Store Badge